Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

MERAYU PAHIT MEMAYU DUSTA

Melamun sunyi brsanding kopi menulis sajak sedikit memahami menyindir tuhan sadarkan diri? Adalah engkau tak tau diri. Gambar dari google Membela diri terjun dalam jeruji besi adakah engkau tuhan sejati? Keadilan suci kau kotori manusia kecil kau anggap penyamun sejati Penjilat harkat pembohong rakyat penggila harta pendusta cinta merasa bangga akan hina martabat luntur kasih sayang sang penghibur Memecut rakyat bak selimut penghangat kau beri keteduhan hasrat struktur jaminan martabat kepahitan nyata lebih mengikat Kini!!!! Janji kau umbar dengan nafsu birahi setelah kukaji , kau lupa jati diri banyak tahun terasa sayatan perih pahit karna tuhan baru telah bangkit Kau bela pemeras rakyat. Kau angkat martabat sang penghianat kau jadikan wakil rakya dia si keparat. Pantaskah ini si wakil dari rakyat ??? Pencuri buah coklat dua biji kau meja hijaukan kau anggap sapi tak bermanusiawi hukum keadilan kau rekayasa. Seolah kau kaki tanga...

“SLOKI DUA DERITA”

Dari sistem sampai batu di pojokan hati 17.000 rumput kering melambai sapa api Lalu sepasang mata mendelik jemput badai : Menumpahkan tangisnya Berbisik dengan amarahnya Sayang , suaranya raib diterkam birokrasi Masih duduk di antar jembatan emas Dan bendera tetap di bawah tumpukan debu Bahwa 73, baunya hujan mencumbu aspal Urai segala kenang Usai semua kursi usang Lerai sebulat permata kekang Perkenalan pada dirimu Pintu masuk peperanganmu Kepergok macan lapar Hidung risau menepuk nyamuk Dilahap ke perut paus Terkekeh oleh buku dan lilin Menyendiri mengukir family Kayu-kayu berkawan karib kebohongan Bermain bersama jelata Paria bermabuk ria mahkota tahta Berdialog di formal akademisi Ksatria berebut kalut kuasa dan ambisi Bermalam di punggung senyap Manusia bermesra kasyaf Menuju tiada alas Menemumu lepaslah batas 21-10-‘17 : Mangajo Mande Caffee Rohimin rohiminmta@gmail.com