Langsung ke konten utama

Opak ke-53 Tribakti, Panitia Mengeluh Kewalahan Hadapi Mahasiswa Baru

Gambar di Ambil Oleh Rudi


KPI.Tribakti-Badan Eksekutif Mahasiswa Institut (BEM I) kembali mengadakan kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK) ke 53, yang berlokasikan di halaman kampus Tribakti 14/08.

Kegiatan diawali dengan Pra-Opak selama dua hari, dimulai pada tangal 14-16 dan dilanjut Opak Pada tanggal 17-21, Pra-Acara berjalan dengan khidmad dengan di buka beberapa panitia dan di sahkan oleh ketua pelaksan pada pukul 06.00 Wib.

Menurut Khozin Maulana sebagai Presiden Mahasiswa, “Kegiatan Opak 53 tahun Ini bertemakan, Membumikan Nilai-Nilai Kepesantrenan, Keislaman, dan Keindonesiaan Guna Membentuk Mahasiswa Agamis dan nasionalis,

Menurut Rafli Sebagai Koordinator Sekertariat Opak ke 53, “opak ke 53 kali ini terkesan berbeda, dan panitia mengaku kewalahan menghadapi jumblah mahasiswa yang kian membludak, untuk tahun ini jumblah keseluruhan mahasiswa dari tiga fakultas berjumblah 415 mahasaiswa baru yang tercatat mendaftaran diri”, jelasnya.

Sedangkan dari masing masing fakultas seperti Fakultas Dakwah berjumblah 100 mahasiswa, Fakultas Syariah 115 mahasiswa dan Fakultas Tarbiyah Berjumblah 200 Mahasiswa, Lanjutnya.

Itu tergolong jumblah yang sangat banyak dan sedikit membuat para panitia kewalahan dalam mengkoordinir para peserta Opak 53, lanjut Irfak sebagai Koordinator SC.

Menurut Bintarol Ilma selaku ketua pelaksana Opak 53 mengatakan bahwa “konsep Opak kali ini kami buat berbeda dari tahun lalu, titik perbedaannya ada pada Schedule yang di buat oleh para Steering Comite”, jelasnya.

Kami berharap perbedaan jadwal yang kami rubah secara total dapat memperluas wawasan para peserta Opak, meliputi wawasan kebangsaan, keorganisasian, ke NU-an dan lainnya Melalui materi yang di sampaikan oleh Pemateri di ruangan Aula, terusnya.

Jika merujuk pada tahun-tahun sebelumnya Opak berkesan Terlalu banyak waktu dilapangan ketimbang ruangan, maka dari itu kami merubah agar kiranya para peserta dapat memahami materi secara intensif, lanjutnya.

Rhm/05

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Mayoritas Dalam bingkai Pluralisme

Oleh: Rohimin Indonesia telah memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan pluralisme dan respek pada keberagaman religius.   “Barack Obama”

Pejabat Korupsi Rakyat Bunuh Diri

gambar di ambil dari google. Katanya Negara Indonesia bernusantara Berlandaskan ideology pancasila bunyinya Berbeda-beda tetap satu jua tersirat pada lambangnya Tapi mengapa hujan cacian sana sini tersimak telinga? Sebab beda agama tergusur rata tanah rumahnya Beda suku dan budaya tak mampu menyatu nyatanya? Berceloteh sedikit menyinggung agama dikata menista. Hahha aku bingung dengan keakuan nusantara itu! Aku membaca sejarah bumi pertiwi Dengan Negara ber kepulauan kaya, katanya Dengan ribuan suku dan bahasasa identitasnya Dengan sebutan tanah surga, katanya Tapi mengapa miskin ekonomi rakyatnya? Aku menyaksikan orang-orang (an) hebat dari historisnya Soekarno dengan filsafat serta kata bijaknya Bj Habibie dengan antrian panjang perfilm-an nya Suharto dengan pembengkakan hutang dan pelepasan priport hak inndonesia Jokowi dengan kesederhanaan penuh pencitraan mempu membungkam mulut mata dan telinga!!! Aku melihat sejarah pend...