Oleh: Devi Ambar Sari Hidup itu pilihan… Ketika kita berpijak pada poin a, namu terkadang ada suatu hal yang harus menegaskan pilihan akan hal. Apakah aku tetap pada a,.? Ataukah aku berpindah kepada pilihan b, …? Jelasku menemu dengan kesenangan hati dan keingiinan tuk mengambil segala rantai,… Harapku menaruh posisiku pada posisi yang mengarah kebaikanku, Berawal dari sunyi hati yang serasa suntuk Mendengar aransemen kata demi katamu,….justru mengkonstruk fikirku. Ku mencoba menganalisis dengan nalar sadarku, Mesin otak bekerja ,menjalar tertumpu ke seluruh titik saraf organisme. Mendera fikirku,…mendenyut,…. Semakin terasa tekanan darah yang seolah mendidih,. Ku merasa terpecah belah, kontrolku kian tak tau arah. Merdunya suara peluit yang berasap-asap dalam daun telinga Menandakan darah api yang ssiap untuk melaju… Jantung hati usaha meredam Namun,… tak sanggup lagi ku menahan Degub, degub, … degub suara jantung itu Bayangan suara...